Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Gear Dan Sprocket

Perbedaan Gear Dan Sprocket - Dalam ilmu teknik otomotif atau ilmu permesinan maka istilah "gear" dan "sprocket" ini tidak akan asing lagi ditelinga, tetapi untuk sebagian orang mungin dua istilah baru dengar. Perlu diketahui masih banyak orang yang sudah terlanjur salah mengasumsikan mengenai gear dan sprocket ini, bahkan kebanyakan mekanik bengkel ada yang menyebutkan bahwa pokoknya semua roda gigi itu namanya gear. Dimana letak kesalahannya?

Mungkin hal tersebut sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia menyebutnya dengan nama gir. Sebenarnya istilah itu sendiri kurang tepat, jika dilihat sekilas dari bentuknya memang ada persamaan antara diantara Gear dan Sproket  sama - sama memiliki “gigi” pada permukaannya.

Istilah gear yang bepasangan dengan rantai disebut dengan Sprocket. Sedangkan Gear sendiri dapat diambil contoh pada bagian transmisi / presneling motor atau mobil. Jika hanya sama - sama untuk transmisi, maka di sepeda juga ada istilahnya gear, gear 1,2, sampai gear 7 untuk roda belakang dan gear 1 sampai gear 3 untuk di poros pedal. Untuk lebih jelasnya akan dibahas perbedaan diantara keduanya.

Perbedaan Gear Dan Sprocket


1. Gear


Gear adalah roda silinder bergerigi yang digunakan untuk mentransmisikan gerakan dan daya dari satu poros ke poros lain . Perpindahan transmisi ini dilakukan dari satu gear berpasangan dengan gear yang lain pada poros yang berbeda. Gear pendorong (Driving gear) atau biasa disebut dengan nama pinion mendorong driven gear untuk mentransmisikan tidak hanya gerakan melainkan daya dan torsi ditransmisikan pula ke poros dan gear selanjutnya.

Fungsi lain dari gear tidak hanya digunakan untuk mentransmisikan daya dan gerakan saja, tetapi juga dapat digunakan untuk mereduksi kecepatan. Perbedaaan diameter gear yang bepasangan akan mengasilkan kecepatan putar yang bebeda pada masing - masing gear.

gerakan ditransmisikan dari driving gear yang lebih kecil atau pinion ke gear yang lebih besar, maka akan terjadi pengurangan kecepatan putar pada gear kedua yang lebih besar (kecepatan tereduksi). Begitu sebaliknya. Jika gerakan ditransmisikan dari gear yang lebih besar ke gear yang lebih kecil  akan meningkatkan kecepatan putar.

Kelebihan lain dari Gear adalah gear bisa dipindah pasangkan dari pasanganan gearnya. Mekanisme seperti ini diterapkan pada mekanisme perpindahan gigi di motor dan mobil. Dengan kelebihan gear ini kecepatan putar pada poros bisa divariasikan dengan banyak variasi kecepatan putar.

2. Sprocket


Sprocket adalah roda bergerigi yang berpasangan dengan rantai, track, atau benda panjang yang bergerigi lainnya. Sproket berbeda dengan gear, sproket tidak bersinggungan dengan sproket lainnya seperti gear. Sproket juga berbeda dengan pulley, sproket memiliki gigi sedangkan pulley tidak memiliki gigi, pulley juga dihubungkan menggunakan sabuk (V-belt)

Sproket yang digunakan pada sepeda, sepeda motor, mobil, kendaraan roda rantai, dan mesin lainnya digunakan untuk mentransmisikan gaya putar antara dua poros di mana roda gigi tidak mampu menjangkaunya. Pada sepeda, pengubahan rasio kecepatan putar secara keseluruhan dilakukan dengan memvariasikan diameter dari sproket. Perubahan diameter sproket akan mengubah jumlah gigi dari sproket.

Misal, sepeda dengan 10 speed bisa didapatkan dengan menggunakan dua sproket pada poros penggerak dan 5 sproket pada poros roda. Rasio kecepatan yang rendah menguntungkan pengguna sepeda di jalan yang menanjak, sedangkan rasio kecepatan yang tinggi memudahkan untuk bergerak cepat di jalan yang datar.

Pada sepeda motor, tidak ada pengubahan diameter sproket ketika bergerak. Tetapi perubahan diameter sproket secara manual mampu mengubah tingkat akselerasi dan kecepatan tertinggi dari sepeda motor