-->

Setellah Katup Sesuai Dengan Standar Pabriknya

Peyetelan celah katup/ kerenggangan katup yang baik adalah sesuai dengan standar pabriknya, karena pabrik telah mengukur pada saat suhu optimal, berapa mm pertambahan panjang katup tersebut. Sehingga diharapkan dengan celah tersebut saat cam shaft/ noken as bebas, katup tidak akan tertekan sehingga tidak terjadi kebocoran kompresi.
Gambar. Celah Katup
Bayangkan saja jika penyetelan celah katup terlalu rapat, baik katup in maupun ex, maka diawal kerja, mesin akan bertenaga, hal ini dikarenakan katup terbuka lebih lama dari standarnya, yang akibatnya banyak campuran BB yang terhisap. Namun ketika mesin sudah panas, katup pun akan panas juga, jika katup sudah panas tentu saja akan terjadi pemuaian. Pemuaian terbesar pada katup terjadi pada batang katup yang akan mengakibatkan bertambah panjangnya batang katup. Sehingga akibatnya ketika katup seharusnya bebas malah akan menekan (karena celah yang terlalu rapat), yang berakibat bocornya kompresi. Kompresi yang bocor akan mempengaruhi kinerja mesin yaitu mesin jadi tidak bertenaga.
Untuk mesin dengan suhu ideal yg lebih rendah, umumnya penyetalan lebih rapat, sedangkan mesin yang suhu idealnya tinggi penyetelan katup lebih longgar. Hal ini untuk mengantisipasi pertambahan ukuran katup yang lebih panjang dari pada mesin dengan suhu kerja yg lebih rendah. Oleh karenanya mesin jenis ini pada saat stasioner suaranya berisik karena katupnya distel longgar, dan performanya maksimumnya belum bisa muncul. Tapi saat mesin sudah panas mencapai suhu ideal, maka bukaan katupnya akan sesuai dengan setandar pabrik, sehingga tenaga yg keluar juga sesuai.
Gambar. Tabel Pemuaian katup

Sumber:
https://motogokil.com/2013/12/11/pengaruh-suhu-panas-terhadap-performa-engine-sepeda-motor-bagian-2/
LihatTutupKomentar