Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MASALAH PADA SISTEM INJEKSI SEPEDA MOTOR HONDA

MASALAH SISTEM INEJKSI 

Sepeda motor injeksi adalah sepeda motor yang sudah dirancang untuk dapat memberikan informasi kepada pengemudi jika dalam sistem injeksi tersebut mendapati ganguan pada sensor ataupun pada aktuator. cara sepeda motor injeksi untuk meberi tahu pengemudi tentang adanya masalah adalah dengan cara berkedipnya lampu di panel instrumen. lampu tersebut dinamakan MIL(malfunction Indicator Lamp). Malfunction indicataor lamp (MIL) akan berkedip-kedip ketika kunci kontak diputar ke “ON” ketika mesin injeksi mengali masalah. ketika tidak megalami masalah MIL akan hidup 2 detik kemudian mati.

1. Pada sistem EFI atau PGM-FI Honda, MIL (malfunction indicator lamp) menunjukkan kode-kode masalah/persoalan yang terjadi pada sistem sepeda motor. Jumlah kedipannya dari 0 sampai 54 kediapan. Jenis kedipan pada MIL ada dua jenis, yaitu kedipan pendek (0,3 detik) dan kedipan panjang (1,3 detik). Jika sebuah terdapat kedipan panjang terjadi, dan kemudian dua buah kedipan pendek, berarti kode kegagalanya  adalah 12 karena satu kedipan panjang dibaca 10 dan 2kedipan pendek dibaca 2, jadi jika dijumlahkan 12.

2)Jika ECU/ECM menyimpan beberapa kode kegagalan/masalah, maka MIL memperlihatkan kode kegagalan menurut urutan dari jumlah terendah sampai jumlah tertinggi.

3)Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian sensor MAP , MIL akan berkedip 1 kali. Penyebab kegagalan pada rangkaian MAP sensor antara lain adalah ; kontak sensor longgar atau lemah pada sensor unit, terjadi rangkaian terbuka atau hubungan singkat (korslet) pada kabel sensor MAP dari sensor unit, atau MAP sensor tidak bekerja dengan baik/mati.

4)Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian suplai (daya) atau massa sensor unit maka  MIL akan berkedip 1, 8 dan 9 kali. Penyebab kegagalannya adalah antara lain ; kontak sensor longgar atau lemah pada sensor unit, terjadi rangkaian terbuka atau hubungan singkat korsleting pada kabel daya ataupun massa sensor unit, atau sensor unit tidak bekerja dengan baik/mati. Sensor unit adalah gabungan dari sensor TP (throttle positioner), MAP (manifold absolute pressure), dan IAT (intake air temperature) sensor.

5)Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian sensor EOT (engine oil temperature) , maka MIL akan berkedip 7 kali. Penyebab kegagalan pada rangkaian EOT sensor adalah ; kontak sensor longgar atau lemah pada EOT sensor, terjadi rangkaian terbuka atau hubungan singkat korsleting pada kabel EOT sensor, atau EOT sensor tidak bekerja dengan baik/mati.

6)Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian sensor bank angle ,maka MIL akan berkedip 54 kali. Penyebab kegagalan pada rangkaian bank angle sensor adalah ; kontak sensor longgar atau lemah pada bank angle sensor, terjadi rangkaian terbuka atau hubungan singkat korsleting pada kabel bank angle sensor, atau bank angle sensor tidak bekerja dengan baik/mati.

7)Jika terjadi kegagalan fungsi di dalam ECU/ECM, maka MIL akan berkedip 33 kali. Penyebab kegagalannya adalah karena ECU/ECM tidak bekerja dengan baik/mati.

8)Jika terjadi kegagalan fungsi pada data link (penghubung kabel data) atau rangkaian MIL, MIL akan hidup terus menerus. Penyebab kegagalannya adalah ; kontak longgar atau lemah pada injektor, terjadi rangkaian terbuka atau hubungan singkat korsleting pada kabel injektor, injektor tidak bekerja dengan baik, atau ECU/ECM tidak bekerja dengan baik/mati.

9)Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian injektor, maka MIL akan berkedip 12 kali. Penyebab kegagalannya adalah ; hubungan singkat pada kabel data link conector (DLC), hubungan singkat pada kabel MIL, atau injektor tidak bekerja dengan baik/mati.

Secara umum, urutan pemeriksaan dan perbaikan dari kegagalan-kegagalan pada sistem injeksi di atas adalah sebagai berikut:
a)Melakukan pemeriksaan terhadap kontak dari sambungan (konektor) menuju komponen yang bersangkutan. Jika longgar atau lemah, perbaiki dengan cara mengencangkan posisinya.
b)Jika point a) di atas tidak bermasalah, lakukan pemeriksaan pada tahanan/resistansi pada terminal-terminal komponen yang bersangkutan dan juga periksa kontinuitas (hubungan) antara terminal dengan massa. (Untuk melihat standar/spesifikasi ukuran tahanan dan warna kabel, lihat buku manual yang bersangkutan)

Post a Comment for "MASALAH PADA SISTEM INJEKSI SEPEDA MOTOR HONDA"