Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN SISTEM STARTER ELEKTRONIK SEPEDA MOTOR

Pemeriksaan dan Perbaikan Sistem Starter


SISTEM STARTER ELEKTRONIK
Sistem starter adalah sistem yang berfungsi menghidupakn mesin saat pertama kali. Sistem ini bekerja secara elektronik dan mengunkan motor starter untuk menghidupkan mesin. Sada sepeda motor ada dua sistem starter yaitu manual dan elektronik. Sistem starter manual berada di samping kanan blok mesin. Sistem ini mengunakan tenaga pengendara untuk memutarkan mesin pertama kali. ahir-ahir ini sistem dengan mengunakan tenaga manusia ini sudah banyak ditingalkan, sebagian besar sudah mengunakan starter elektronik dengan mengunakan daya baterai untuk memutar motor listrik. Dalam hal ini peran baterai dalam mengidupkan mesin pada sepeda motor sangatlah penting. motor starter memutar mesin dan ketika mesin sudah hidup maka motor starter akan mati. selanjutnya generator mesin akan menghasilkan listrik untuk pengisian baterai. hal ini berfungsi supaya daya baterai tidak tekor atau habis karna pemakaian starter berulang-ulang. Untuk itu sistem starter pada sepeda motor perlu dilakukan perawatan dan perbaikan untuk menjaga sistem starter dalam keadaan baik. berikut prosedur pemeriksaan sistem starter sepeda motor.

a. Pemeriksaan Sikat (Brush) motor starter
brus adalah komponen yang memberikan armatur arus listrik sehingga terjadi kemagnetan pada armatur. brus akan tergerus karna putaran dari armatur. maka perlu dilakukan pengukuran panjang dari brus supaya tetap dapat menghantarkan arus listrik.
1) Periksa dan amati sikat-sikat terhadap kerusakan atau keretakan. Bila sudah rusakatau habis, ganti dengan yang baru.
2) Ukur panjang setiap sikat motor starter. Jika panjang sikat sudah di bawah batas servis (limit), ganti dengan yang baru.

Batas servis          : 4,0 mm

b. Pemeriksaan Komutator dan Armature  motor starter
Komutator adalah bagian yang bersesekan dengan brus. sedangkan armature adalah bagian yang nenimbukan elektromagnet ketika sistem starter bekerja. 
1) Periksa dan amati lempengan-lempengan komutator terhadap adanya perubahan warna atau kotor.
a) Bila berubah warna hitam, ganti motor starter karena telah terjadi hubungan singkat (korslet).
b) Bila permukaan armature kotor bersihkan dengan kertas gosok yang halus (sekitar nomor 400) kemudian bersihkan dengan lap yang kering.

Pemeriksaan komutator dan Armature

2) Periksa dengan menggunakan multimeter skala ohmmeter terhadap adanya kontinuitas/hubungan diantara tiap lempengan (segmen) komutator (lihat gambar di atas). Bila tidak ada kontinuitas (hubungan), ganti armature.
3) Periksa dengan menggunakan multimeter (skala ohmmeter) terhadap adanya kontinuitas/hubungan  diantara masing-masing lempengan (segmen) komutator dengan poros (as) armature (lihat gambar di atas). Bila tidak ada kontinuitas (hubungan), berarti baik dan bila ada kontinuitas/hubungan, ganti armature.

c. Pemeriksaan pada Saklar Relay Starter/Solenoid (Starter Relay Switch)
1) Periksa bahwa saklar relay starter terdengar bunyi “klik” pada saat kunci kontak ON dan tombol starter ditekan. Jika tidak terdengar bunyi tersebut, maka lepaskan konektor lalu periksa terhadap kontinuitas/hubungan  dan tegangan antara terminal- terminalnya. Starter Relay Switch berfungsi mengubungkan arus yang besar dari baterai menuju ke motor starter. Jika Starter Relay Switch tidak berfungsi maka arus tidak akan tersalurkan ke motor starter.

Posisi relay starter pada salah satu sepeda motor

2) Contoh pemeriksaan kontinuitas/hubungan pada relay starter pada Honda Supra PGM-FI
Periksa terhadap kontinuitas/hubungan menggunakan multimeter (skala ohmmeter) antara kabel kuning/merah dan massa. Jika ada kontinuitas (hubungan), berarti relay starter dalam keadaan baik/normal

pemeriksaan kontiunitas relay starter

Catatan:
Warna kabel disetiap produk/merek sepeda motor kemungkinan berbeda, tapi prosedur pemeriksaanya pada dasarnya adalah sama.

3) Contoh pemeriksaan tegangan relay starter pada motor Honda Supra PGM-FI
Ukurlah tegangan relay starter menggunakan multimeter (skala voltmeter) antara kabel hitam (+) dan massa (-). Jika tegangan (voltage) baterai pada multimeter hanya muncul saat kunci kontak posisi ON, berarti keadaan relay starter baik/normal.
Pemeriksaan tegangan relay starter

Pemeriksaan diatas adalah pemeriksaan motor starter yang masih mengunakan brus pada kebanyakan motor saat ini. honda dan pabrikan motor lainnya telah menemukan starter yang tidak mengunakan brus pada motor starter. yaitu mengunakan generator dan motor starter pada satu komponen. Sehingga minim sekali suara bising yang ditimbulkan ketika motor starter bekerja. Sistem ini sudah bayak diaplikasikan pada sepeda motor honda, sistem ini menjadikan satu antara generator dan motor starter tetapi mempunyai dua fungsi. genberator akan menjadi starter ketika mesin dalam keadaan mati, dan ketika mesin sudah hidup akan menjadi generator untuk menghasilkan arus listrik. 

Post a Comment for "PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN SISTEM STARTER ELEKTRONIK SEPEDA MOTOR"