Sistem Bahan Bakar injeksi Sepeda Motor

Sistem bahan bakar injeksi sepeda motor terdiri dari :

  1. tangki bahan bakar (fuel pump), 
  2. pompa bahan bakar (fuel pump), 
  3. saringan bahan bakar (fuel filter), 
  4. pipa/slang penyalur (pembagi), 
  5. pengatur tekanan bahan bakar (fuel pressure regulator), 
  6. dan injektor/penyemprot bahan bakar.

Sistem bahan bakar injeksi ini secara keseluruhan berfungsi sebagai  :

  1. menyimpan,
  2. membersihkan, 
  3. menyalurkan 
  4. menyemprotkan /menginjeksikan bahan bakar

fungsi dari komponen-komponen pada sistem bahan bakar injeksi adalah sebagai berikut :
1) Fuel suction filter berfungsi menyaring kotoran agar tidak terisap pompa bahan bakar.
2) Fuel pump module bertugas memompa bahan bakar yang bertekanan dan mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar ke injektor. Penyaluran bahan bakarnya harus lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan mesin supaya tekanan dalam sistem bahan bakar bisa dipertahankan setiap waktu walaupun kondisi mesin berubahubah sesuai kebutuhan.

Konstruksi fuel pump module
3) Fuel pressure regulator berfungsi mengatur tekanan bahan bakar didalam sistem aliran bahan bakar agar tetap/konstan. Contohnya pada sepeda motor honda Supra X 125 PGM-FI tekanan dipertahankan pada 294 kPa (3,0 kgf/cm2, 43 psi). Bila bahan bakar yang dipompa menuju injektor terlalu besar maka (tekanan bahan bakar melebihi 294 kPa (3,0 kgf/cm2, 43 psi) pressure regulator akan mengembalikan bahan bakar ke dalam tangki.

4) Fuel feed hose adalah slang untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju injektor. Slang dirancang harus tahan tekanan bahan bakar akibat dipompa dengan tekanan minimal sebesar tekanan yang dihasilkan oleh pompa bahan bakar.

5) Fuel Injector berfungsi menyemprotkan bahan bakar ke saluran masuk (intake manifold) biasanya sebelum katup masuk, namun ada juga yang ke throttle body. Volume penyemprotan disesuaikan oleh waktu pembukaan nozel/injektor. Lama dan banyaknya penyemprotan semua diatur oleh ECM (Electronic/Engine Control Module) atau ECU (Electronic Control Unit).
Konstruksi injektor

Proses berlansungnya penyemprotan pada injektor ialah pada saat ECM memberikan tegangan listrik ke solenoid coil injektor. Dengan adanya pemberian tegangan listrik tersebut solenoid coil akan menjadi magnet sehingga mampu menarik plunger dan mengangkat needle valve (katup jarum) dari dudukannya, sehingga saluran bahan bakar yang sudah bertekanan akan memancar/tersemprot keluar dari injektor. dibawah ini adalah contoh penempatan injector pada throttle body

alur aliran bahan bakar pada sistem Injeksi adalah sebagai berikut:
Skema aliran sistem bahan bakar EFI

Komponen sistem kontrol elektronik terdiri dari beberapa sensor atau (pengindera), seperti :

  1. MAP (Manifold Absolute Pressure) sensor,
  2. TP (Throttle Position) sensor,
  3. IAT (Intake Air Temperature) sensor,
  4. bank angle sensor
  5. EOT (Engine Oil Temperature)  sensor,
  6. dan sensor-sensor pendukung lainnya.

Pada sistem ini juga terdapat ECU (Electronic Control Unit) atau ECM dan komponen- komponen tambahan seperti alternator (magnet) dan regulator/rectifier yang berfungsi mensuplai dan mengatur tegangan listrik ke ECU, baterai dan komponen lain. Pada sistem ini juga terdapat DLC (Data Link Connector) yaitu semacam soket yang dihubungkan dengan engine analyzer untuk mecari sumber kerusakan pada komponen.

Secara garis besar fungsi dari masing-masing komponen sistem kontrol elektronik  sebagai berikut;
1) ECU/ECM; menerima dan menghitung seluruh informasi/data yang diterima dari masing-masing sinyal sensor yang ada dalam mesin sepeda motor
2) MAP (Manifold absolute pressure) sensor; memberikan sinyal ke ECM berupa informasi (deteksi) tekanan udara yang masuk ke intake manifold
3. IAT (Engine air temperature) sensor; memberikan sinyal ke ECM berupa informasi (deteksi) tentang suhu udara yang masuk ke intake manifold
4. TP (Throttle Position) sensor; memberikan sinyal ke ECM berupa informasi (deteksi) tentang posisi katup throttle/katup gas
5. Engine oil temperature sensor; memberikan sinyal ke ECM berupa informasi (deteksi) tentang suhu oli mesin
6. Bank angle sensor; merupakan sensor sudut kemiringan. Pada sepeda motor yang menggunakan sistem EFI biasanya dilengkapi dengan bank angle sensor (sepeda motor matic tidak ada bank angel) yang bertujuan untuk pengaman saat kendaraan terjatuh dengan sudut kemiringan minimal sekitar 550

Post a Comment

0 Comments

Close Menu