SISTEM REM SEPEDA MOTOR

REM SEPEDA MOTOR

Dewasa ini, dunia otomotif mengalami perkembangan yang pesat. Hampir setiap orang memiliki kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor. Pada  zaman dahulu, manusia berkendara mengunakan kuda, kerbau, gajah dan hewan-hewan lain. Untuk mengendarai dan mengendalikanya pun cukup sederhana, yaitu mengunakan tali yang diikatkan pada hewan tersebut. Jika menghendaki hewan tersebut berjalan, tali dapat hentakkan, sedangkan jika menghendaki hewan tersebut berhenti, tali cukup ditarik. Namun pada kendaraan bermotor, cara mengendarai dan mengendalikannya berbeda, baik untuk menjalankan maupun menghentikanya. 

Peranan Sistem rem dalam suatu kendaraan sepeda motor adalah sistem yang sangat penting karena sistem ini berkaitan dengan faktor keselamatan saat berkendara. Sistem rem ini berfungsi untuk memperlambat dan atau menghentikan laju dari sepeda motor dengan cara mengubah energi  kinetik/gerak dari kendaraan tersebut menjadi energi panas. Perubahan tenaga tersebut didapatkan dari gaya gesekan antara komponen bergerak yang dipasangkan pada roda sepeda motor dengan suatu bahan yang dirancang khusus tahan terhadap gesekan.

Gesekan (friction) merupakan faktor utama pada pengereman. Maka dari itu komponen yang digunakan untuk sistem rem harus mempunyai sifat bahan yang tidak hanya menghasilkan jumlah gesekan yang besar, tetapi juga harus tahan terhadap gesekan dan tidak menghasilkan panas yang dapat menyebabkan bahan tersebut meleleh/terbakar atau berubah bentuk. Bahan-bahan yang tahan terhadap gesekan tersebut sebagian besar merupakan gabungan dari beberapa bahan yang disatukan dengan melakukan perlakuan tertentu. Sejumlah bahan tersebut adalah; tembaga, timah, grafit, karbon, kevlar, resin/damar, kuningan, fiber dan bahan-bahan aditif/tambahan lainnya.

Ada dua tipe sistem rem yang banyak digunakan pada sepeda motor, yaitu: 1) Rem tromol (drum brake) dan 2) rem cakram/piringan (disc brake). Cara pengoperasian sistem rem-nya juga terbagi menjadi dua, yaitu; 1) secara mekanik yaitu dengan memakai kabel baja, dan 2) secara hidrolik dengan menggunakan fluida/cairan. Cara pengoperasian sistem rem tipe tromol pada umumnya secara mekanik, sedangkan tipe cakram secara hidrolik.

Rem tromol adalah sistem rem yang telah menjadi metode pengereman standar yang banyak digunakan sepeda motor kapasitas kecil pada beberapa  tahun  belakangan  ini.  Alasannya  adalah  karena sistem rem tromol sederhana dan murah. Konstruksi rem tromol umumnya terdiri dari komponen-komponen seperti: sepatu rem atau brake shoe, tromol atau drum, pegas pengembali atau (return springs), tuas penggerak atau lever, dudukan rem tromol atau backplate, dan cam/nok penggerak. Cara pengoperasian rem tromol pada umumnya secara mekanik yang terdiri dari; pedal rem atau brake pedal dan batang atau rod penggerak.

Konstruksi dan cara kerja rem tipe tromol seperti terlihat pada gambar dibawah ini


Pada saat batang kabel atau penghubung (tidak ditarik), maka sepatu rem dan tromol tidak saling kontak .Tromol rem akan berputar bebas mengikuti putaran roda. Akan tetapi saat kabel rem atau batang penghubung ditarik, maka lengan rem atau tuas rem akan memutar cam/nok pada sepatu rem sehingga sepatu rem akan menjadi mengembang dan kanvas rem atau pirodonya bergesekan dengan tromol. Akibatnya putaran tromol akan dapat ditahan atau dihentikan oleh kampas rem, dan ini juga berarti menahan atau menghentikan putaran roda atau laju kendaraan.

Rem tromol terbuat dari bahan besi tuang dan digabung dengan hub saat rem digunakan sehingga panas gesekan akan timbul dan gaya gesek dari brake lining atau kampas rem akan dikurangi. Drum brake mempunyai sepatu rem (dengan lining) yang berputar berlawanan dengan putaran drum (wheel hub) untuk mengerem roda dengan gaya gesekan. Pada sistem ini terjadi gesekan- gesekan sepatu rem dengan tromol yang akan memberikan hasil energi panas sehingga bisa menghentikan putaran tromol atau kendaraan tersebut. Rem jenis tromol disebut “internal expansion lining brake”. Permukaan luar dari hub tersedia dengan sirip-sirip untuk pendingin yang terbuat dari aluminium–alloy (paduan aluminium) yang mempunyai daya penyalur panas yang sangat baik. Bagian dalam tromol akan tetap terjaga bebas dari masuknya air dan debu kerena tromol mempunyai alur untuk menahan air dan debu yang masuk dengan cara mengalirkannya lewat alur dan keluar dari lubang aliran.

Berdasarkan tipe pengoperasian sepatu rem, sistem rem tipe tromol pada sepeda motor diklasifikaskan menjadi dua, yaitu:

1.            Tipe Single Leading Shoe

Rem tromol tipe single leading shoe adalah rem paling sederhana dan paling banyak digunakan di sepeda motor pada umumnya yang hanya mempunyai sebuah cam/nok penggerak untuk menggerakkan dua buah sepatu rem. Pada ujung dari sepatu rem lainnya dipasang pivot pin (pasak) sebagai titik tumpuan sepatu rem.

2.            Tipe Two Leading Shoe

Rem tromol tipe two leading shoe dapat menghasilkan gaya pengereman kira-kira satu setengah kali dari tipe single leading shoe. Terutama digunakan sebagai rem depan, tetapi kemudian baru-baru ini digantikan oleh disk brake (rem cakram). Rem tipe ini mempunyai dua cam/nok dan ditempatkan di masing-masing bagian ujung dari leading shoe dan trailing shoe. Cam tersebut bergerak secara bersamaan ketika rem digunakan melalui batang penghubung yang dapat distel. Setiap sepatu rem mempunyai titik tumpuan tersendiri pivot yang berguna untuk menggerakkan cam.

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu