Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips dan Cara Mengecek CDI Motor yang Rusak

Tips dan Cara Mengecek CDI Motor yang Rusak Tips dan Cara Mengecek CDI Motor yang Rusak

CDI adalah singkatan dari Capacitive Discharge Ignition yaitu salah satu jenis sistem pengapian pada kendaraan motor yang memanfaatkan arus pengosongan muatan (Discharge current) dari kondensator, guna mencatudaya Kumparan pengapian (ignition coil).


Pada kendaraan zaman dahulu menggunakan platina, sekarang sudah diganti dengan CDI, sedangkan untuk motor injeksi dinamakan dengan ECU. CDI pada motor memiliki fungsi untuk mengatur besar kecilnya pengapian pada motor (sebagai pengontrol).

Lalu, bagaimanakah cara mengecek CDI Motor yang rusak, hidup atau mati? Mari kita simak dan pelajari artikel berikut.

Bila kendaraan kita mogok, maka pemeriksaan dapat dimulai pada busi terlebih dahulu, terus koil serta paling akhir adalah CDI. Bila CDI rusak tentu listrik yang berasal dari busi tak akan bisa diterima koil dan jelas kendaraan tak akan dapat di-stater.


Berikut ini adalah cara mengecek pengapian CDI motor yang rusak atau bisa juga mengetahui apakah masih bagus atau tidak.

Cara Cek CDI Motor Tanpa AVO Meter


Apabila kalian tidak memiliki AVO Meter, maka bisa dilakukan dengan trik ini. Yaitu, dengan cara menggunakan kabel CDI yang menuju kebagian koil dengan cara melepas kop busi, kemudian salurkan ke bagian body besi pada motor, dan silahkan di kick starter (starter kaki).

Jika bagian kabel yang menuju ke busi tersebut masih ada percikan api besar maka CDI masih bisa digunakan, namun jika percikan apinya kecil dan mengalami penurunan performa atau bahkan tidak timbul percikan api sama sekali, maka CDI perlu diganti yang baru.

Back to Content


Cara Mengecek CDI Motor Dengan AVO Meter


AVO Meter sering disebut dengan Multimeter atau Multitester. Secara umum, pengertian dari AVO Meter adalah suatu alat untuk mengukur arus, tegangan, baik tegangan bolak-balik (AC) maupun tegangan searah (DC) dan hambatan listrik.

AVO Meter sangat penting fungsinya dalam setiap pekerjaan elektronika karena dapat membantu menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan cepat. Maka dari itu dengan menggunakan AVO Meter untuk mengecek CDI motor pastinya lebih mudah jika menggunakan AVO Meter.

Nah, untuk kalian yang mempunyai AVO Meter dan ingin mengecek CDI motor yang rusak dengan menggunakan AVO Meter, berikut caranya.

  • Posisikan atau setting AVO Meter pada sinus 200 volt (Usahakan jangan kurang atau lebih).
  • Hubungkan kabel berwarna merah AVO Meter ke kabel CDI yang menuju koil.
  • Hubungkan kabel berwarna hitam AVO Meter ke massa atau body atau bisa juga barang yang dapat menyalurkan arus listrik.
  • Nyalakan motor dengan menggunakan starter ataupun kick starter, jangan lupa untuk melihat AVO Meter apakah ada arus yang keluar atau tidak. Jika tidak ada reaksi atau tidak ada arus, maka CDI tersebut sudah mengalami kerusakan, saatnya untuk mengganti dengan CDI yang baru.

Apabila ingin menggantinya, sebaiknya dengan catatan arus dari bagian komponen spul dan pulser ada yang mengalir ke CDI.

Jadi sebelum mengganti sebaikanya kita cek dulu arus tersebut, caranya sama seperti yang diatas hanya kabel yang berwarna merah pada avometer dihubungkan ke komponen spul yang menuju ke CDI.

Back to Content


Tips Mencegah CDI Biar tak Berumur Pendek


CDI memiliki batas maksimal waktu pemakaian, dan dengan penanganan tepat, dapat dipastikan umur pakainya lebih lama.

Namun ada beberapa kasus atas penanganan salah terhadap CDI sehingga umur pakainya lebih pendek. Apa saja yang harus dicegah agar CDI berumur panjang? Nih dia beberapa di antaranya:

Jangan Salah Posisi

Penempatan posisi CDI yang kurang tepat, bisa memperpendek umur pakainya. Seperti CDI dipasang di area bersuhu tinggi, misalnya di dekat mesin. Seiring pengoperasian mesin, suhu di sekitarnya juga pasti naik. Secara nggak langsung, akan mempengaruhi rangkaian elektrik dalam CDI hingga akhirnya dapat merusaknya.

Pemosisian CDI di area yang mudah terkena air, uap air ataupun embun juga bisa menyulit kerusakan CDI. Namanya air/liquid, tentu jadi penghantar listrik, bisa jadi rangkaian kabel CDI terendam air hingga saling berkoneksi, ujungnya CDI akan mengalami konsleting dan akhirnya rusak.

Cermati Jalur Pemasangan

Setiap rangkaian CDI memiliki jalur output dan input yang berbeda, ada yang dilengkapi 4 kaki, ada juga yang dilengkapi 5 kaki. Jangan sekali-kali salah melakukan koneksi atau penyambungan antar pin untuk menghindari konsleting.


Itulah sebabnya kabel koneksi CDI dilengkapi soket, tujuannya untuk menghindari terjadinya salah koneksi kabel CDI.

Perhatikan Koneksi CDI

Untuk menghindari sambung-putusnya arus CDI, usahakan menggunakan konektor kabel (skun) berkualitas. Tujuannya untuk mendapatkan sambungan/koneksi sempurna.

Hindari penggunaan konektor (skun) sembarangan, ujung-ujungnya sambungan jadi longgar dan arus CDI yang dihasilkan nggak sempurna alias nyambung-putus.

Pilih Kabel yang Tepat

Kasus yang sering terjadi, kabel CDI disambung kabel ukuran kecil. Ini jelas nggak bagus, pastinya pengapian yang dihasilkan nggak sempurna dalam artian, hambatan arus CDI jadi gede.

Ini bisa berakibat fatal, selain kabel cepet panas yang mengundang konsleting, CDI juga cepet koit. Jadi, sebaiknya pilih kabel yang berkualitas bagus, baik dari segi bahan dan juga ukurannya.

Jangan Salah Pilih Jenis

Di pasaran terdapat dua jenis CDI, yaitu AC dan DC. Hati-hati dalam pemilihannya, jangan asal comot. Pilihlah sesuai arus kelistrikan motor sobat, yaitu AC atau DC.

Pastinya kedua jenis ini punya karakter berbeda. Tidak hanya itu, jangan pula salah memilih pulser. Perhatikan sinyal dan panjang tonjolan sensornya.


CDI atau Capacitor Discharge Ignition, punya peranan penting dalam kelistrikan motor. Karena merupakan sistim pengatur pengapian elektrik. Maka dari itu cegalah CDI sobat biar tetap awet. Namun apabila ada gejala atau masalah pada CDI, silakan coba cara cek CDI diatas.

Back to Content


CDI Motor yang Kerap Bermasalah


info — Sebagai info tambahan dan pengalaman pribadi berikut ada beberapa CDI motor yang kerap bermasalah :

CDI Shogun
CDI Honda Grand
CDI Vespa
CDI Satria
CDI Jupiter Z
CDI Karisma
CDI Supra
CDI Smash
CDI Scorpio
CDI Tiger
CDI Thunder
CDI Vario

Sedangkan CDI yang paling banyak di cari adalah CDI produksi BRT (Bintang Racing Team), dan itulah beberapa tips dan trik mengecek CDI motor yang rusak.

Back to Content


Semoga bermanfaat, keep safety riding.

Post a Comment for "Tips dan Cara Mengecek CDI Motor yang Rusak"