Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Mengatasi Mesin Motor Cepat Panas (Overheat) dengan Benar

Cara mengatasi mesin motor cepat panas atau overheat Cara Mengatasi Mesin Motor Cepat Panas (Overheat) dengan Benar
Akibat Motor Overheat

Cara mengatasi mesin yang motor cepat panas atau overheat merupakan ulasan kedua artikel lanjutan tentang apa penyebab mesin motor cepat panas dengan pembahasan yang lebih mendalam lagi dengan harapan dapat menemukan solusi yang Brosis cari.

Overheat atau panas berlebih pada mesin motor bisa terjadi lantaran tidak optimalnya kinerja suatu komponen mesin, yang berakibat mesin harus bekerja di atas batas dengan hasil yang kurang maksimal.

Sebenarnya ada metode sederhana dan paling umum digunakan untuk mengatasi mesin motor overheat, yaitu dengan cara mematikan mesin motor sejenak. Metode atau cara mengatasi mesin motor cepat panas ini dinilai sangat mudah, akan tetapi mengingat jam sibuk membuat banyak orang berasumsi solusi ini tidak begitu efektif Brosis.

Lantas solusi apakah yang bisa menjawab keluhan tersebut? Hanya dengan satu cara yaitu servis mesin sepeda motor, meluangkan waktu untuk memperbaiki mesin motor dinilai sangat efektif untuk mencegah mesin motor sering overheat.

Nah, berikut beberapa tips cara memperbaiki mesin motor yang cepat panas dengan beberapa langkah mudah...

Cara Mengatasi Mesin Motor Cepat Panas atau Overheat dengan Benar

Solusi pertama datang dari perbaikan sistem pelumasan sepeda motor, mesin motor overheat lantaran salah oli bisa di atasi dengan memperhatikan beberapa tips berikut.

Perhatikan SAE

SAE atau Society of Automotive Engineers sering kita menyebutnya sebagai standar tingkat kekentalan oli (viskositas), akan tetapi lebih daripada itu ternyata makna SAE lebih merujuk ke standar kemampuan pelumas dalam menjaga konsistensi kekentalannya (viskositas) terhadap pengaruh suhu mesin atau lingkungan.

Maka dari itu oli yang telah lulus uji SAE memang sudah diakui kredibilitasnya sebagai oli yang layak pakai, oleh karenanya sudah ada kriteria tertentu untuk setiap oli yang disesuaikan dengan temperatur suhu mesin atau pun lingkungan sekitar.

Berikut di antaranya contoh standar SAE oli berdasarkan cuaca atau iklim di suatu negara, seperti yang dikatakan om Wikipedia.
15W-30 Khusus cuaca panas dan sangat cocok digunakan di Negara Indonesia.
10W-30 Khusus iklim sedang dan bagus diterapkan seperti di Negara Inggris.
5W-30 Khusus cuaca dingin dan sangat baik diterapkan seperti di Negara Swedia.
Pemilihan oli dengan ada SAE yang dianjurkan bukan hanya meminimalisir mesin motor cepat overheat tetapi juga memaksimalkan kinerja mesin motor tersebut karena lebih ringan.

Perbaikan Sistem Pembakaran

#Celah Busi Motor
Celah busi atau gapping sebutan orang bengkel biasanya, sering kali rewel tak kala usia pemakaian atau karena faktor lainnya. Nah, dalam memperbaikinya ada beberapa tahap berikut di antaranya...

Sediakan feeler gauge alat ini dapat Brosis beli di toko onderdil motor atau mobil, dengan ukuran ketelitian mencapai 0,01mm. Atur celah busi menggunakan feeler gauge dengan cara memasukan feeler gauge di antara celah elektrode dan ground dengan ukuran celah busi sebesar 0,35-0,40mm ukuran standar celah busi pabrikan.

Ada beberapa pilihan celah yang direkomendasikan yaitu antara 0,35 dan 0,40mm, tergantung kebutuhan saja. Jika untuk kegiatan atau rutinitas sehari-hari sebaiknya menggunakan ukuran celah busi 0,35 untuk kinerja mesin lebih optimal dan jika hendak touring atau melakukan perjalanan jauh ada baiknya kita setel dengan celah yang lebih gede sebesar 0,40mm hal ini dilakukan untuk menghindari panas berlebih pada mesin karena celahnya yang lebih renggang alhasil mesin jadi lebih adem Brosis.

Jangan lupa juga bersihkan busi jika sudah terlalu kotor menggunakan amplas sesuai standar.

#Busi Aus
Nah, untuk busi yang sudah aus bisa dilakukan penggantian dengan busi baru, dan tidak perlu lagi kita atur celahnya atau langsung pasang. Sebab banyak orang yang beranggapan celah busi baru harus diatur lagi padahal itu salah karena bawaan dari pabrik pun sudah diatur dengan memperhatikan dari spek produk motor standar pasaran. Sebaliknya busi baru wajib kita atur jika mesin motor sudah dimodifikasi dengan merubah perbandingan kompresi, dengan acuan semakin lebar celah semakin besar pula daya listrik yang dibutuhkan dan hal itu berlaku sebaliknya.

#Busi Standar
Kalau untuk tipe busi baik panas dan dingin silahkan lakukan penggantian sesuai jenisnya, mudah bukan.

#Setelan Stasioner
Oke, jika mesin motor overheat lantaran tidak seimbangnya antara udara dan bahan bakar. Silahkan Brosis putar mur ke arah kiri sampai dirasa putaran mesin enak, untuk penyetelan yang maksimal ada baiknya sambil digas. Jangan Lupa simak juga : Apa Penyebab Karburator Motor Banjir atau Bocor?


Perbaikan Piston dan Ring Piston

Selanjutnya untuk masalah piston yang bermasalah entah karena berkerak atau pun masalah lainnya jika belum terlalu parah masih bisa kita atasi, jika terdapat kerak di kepala piston segera bersihkan menggunakan amplas dengan tingkat kehalusan yang disarankan. Bukan hanya itu saja biasanya ruang bakar juga ikut kotor maka dari itu bersihkan juga.

Sedangkan untuk masalah ring piston yang aus memang sudah tidak bisa diatasi lagi segera lakukan penggantian Brosis untuk motor lebih sehat. Kedua masalah tersebut biasanya dapat kita deteksi lewat warna asap gas buang motor, biasanya motor mengeluarkan asap putih atau asap hitam pekat pada knalpot motor.

Penyetelan Celah Katup

Sama  halnya dengan kasus celah busi, celah katup juga bisa ikut berubah lantaran usia pemakaian. Ukur celah katup motor menggunakan feeler gauge, dengan cara menyelipkan feeler gauge baik untuk katup masuk dan buang. Salah satu ciri katup motor bermasalah yaitu adanya bunyi menggelitik saat mesin motor dinyalakan.

Nah, kalau ukuran celah katupnya sendiri terbagi menjadi dua yaitu antara katup masuk dan katup buang. Biasanya ukurannya lebih gede katup buang Brosis, seperti yang dianjurkan dari ukuran standar celah katup motor.

Sayangnya untuk setiap produk keluaran memiliki standar pabrikan yang berbeda-beda, misalnya produk si A belum tentu sama ukuran celah katupnya dengan kepunyaan si B, maka dari itu kita harus mengetahui ukuran standar pabrikan yang diterapkannya.

Jika ada kesempatan saya akan update soal ukuran celah katup dari beberapa merek produk motor terkemuka di Indonesia.

Baca Juga : Penyebab Tarikan Motor Ngempos Saat Digas Lengkap

Oke, Brosis begitulah kiranya beberapa tips cara mengatasi mesin motor cepat panas atau overheat. Semoga dapat menyelesaikan masalah Brosis sekalian, jika masih ragu lebih baik dibawa ke bengkel langganan untuk perbaikan lebih lanjut. Salam roda dua, salam otomotif. Kunjungi Juga : Beberapa Penyebab Temperatur Mesin Mobil Cepat Naik atau Overheat

Post a Comment for "Cara Mengatasi Mesin Motor Cepat Panas (Overheat) dengan Benar"