2 Tips mengetahui kapan oli motor diganti

Sumber Gambar : Google Image
FZ Motovlog - Oli adalah suatu zat pelapis yang harus memiliki kekentalan lebih tepat pada temperatur tertinggi atau terendah ketika mesin di operasikan.Selain untuk pelumasan bagian dalam mesin yang bergesekan, sebagai pendingin mesin pada saat panas, sebagai pembersih dan penyekat ruang bakar dengan ruang reservoir minyak pelumas pada silinder, pencegah terjadinya oksidasi yang menyebabkan karat pada komponen mesin, maka memakaikan oli untuk motor perlu menggunakan oli yang tepat dan memang direkomendasikan produsen terutama untuk spesifikasinya. 

Memperhatikan kemampuan suatu oli dalam menjaga stabilitas kekentalannya terhadap pengaruh suhu lingkungan atau mesin panas dan dingin (Viskosity- Grade ).

Menyesuaikan karakter kendaraan anda ( 2 tak/ 4 tak ), dengan suhu, kelembaban udara, debu, dan temperatur. Mengenal kode pengenal oli yang berupa SAE ( Society Automotive Engineers ), selanjutnya angka yang mengikuti  dibelakangnya seperti SAE 40 atau SAE 15W-50. Untuk motor yang berteknologi lama misalnya, baiknya menggunakan oli mineral ( oli biasa/ konvensional ). Sebaliknya, jenis motor yang sekarang lebih disarankan oli syntetic ( semi syntetic ).

Sebenarnya, mengetahui kapan waktunya mengganti oli mesin, apalagi mengganti sendiri di rumah ( di bengkel terdekat ) adalah hal yang mudah. Berikut tipsnya :

1. Perhatikan jadwal service.

    Masalah mengganti oli yang tidak sesuai jadwal service, menjadi hal sepele bagi sebagian pengguna motor. Dengan kata lain, pergantian yang dilakukan hanya berdasarkan kira-kira, karena tidak melakukan pencatatan ( km ) dengan cermat setelah motor di service di waktu sebelumnya. Apalagi kalau melakukan ganti oli sendiri, bahkan di bengkel pun terkadang terlupakan??. Meskipun, dikatakan bahwa mengganti oli mesin dilakukan  setelah kendaraan menempuh jarak antara 2000- 3000 km ataupun 4000 km, akan tetapi tanpa ada pencatatan, ketepatan service tak bisa dilakukan sebagaimana yang disarankan.

2. Memeriksa kondisi/ kekentalan oli melalui stick pengukur.

    Sebaiknya lakukan hal ini seminggu sekali, karena selain memeriksa kondisi oli sekaligus akan terlihat kurang tidaknya oli di dalam mesin ( terbaca pada stick pengukur rentang ketinggian oli ). Mungkin ada yang bertanya mengapa sesering itu dilakukan pengecekan? Satu pengalaman memberi contoh, bahwa apa yang terbaca pada odometer kendaraan tidak selalu tepat. Di suatu saat anda terjebak macet yang berlangsung 3 jam misalnya, padahal jarak yang akan ditempuh hanya berjarak 10 km. Jika di kondisi normal, dengan waktu 3 jam, kendaraan akan menempuh jarak 120-150 km dengan kecepatan 60 km/ jam.

Artinya, bila anda sering terjebak macet, secara kilometer kendaraan belum waktunya untuk di service, tetapi secara putaran mesin ( selama mesin berputar, maka akan mengurangi umur oli ) sudah waktunya oli mesin diganti. Olehnya, di perlukan pemeriksaan secara manual/ rutin untuk selalu memastikan kondisi oli.

Semoga bermanfaat, salam Motovlog !!

Post a Comment

0 Comments

Close Menu