Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

4 Alasan RX King masih diminati pecinta motor lawas

Sumber Gambar : Google Image
RX King terjual Rp.70 juta?
Heboh, pastinya. Motor yang merupakan edisi terakhir sebelum akhirnya pabrikan Yamaha menyetop produksi, karena terganjal aturan emisi gas buang. Artinya, RX King lansiran Th 2009 itu berstatus sebagai barang langka. Menurut pemiliknya, warga asal Surakarta bahwa motor legendarisnya telah dibeli penggemar asal Tangerang.

Ini membuktikan pecinta RX King masih banyak, sehingga harganya terus melambung. Akhirnya, dukungan pun terus dilakukan, termasuk penyediaan suku cadang. Pernyataan ini sebagaimana yang dikatakan Asisten General Manager PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Mohammad Masykur, kepada Viva.co.id, selasa 1 Maret 2016.

Nah, belum hilang ramainya motor legendaris ini di dunia maya, baru-baru ini kita dikejutkan lagi dengan berita RX King lansiran 2003 dengan harga fantastis. Di buka dan dibanderol dengan harga Rp. 100 juta, pemiliknya adalah salah satu seller di Surabaya. Yang membuat motor ini istimewa karena sang Legenda ini merupakan versi 20thn Anniversary Gold Edition.
Sejak di iklankan sudah ada 60 orang yang menawar dengan harga masuk akal, artinya mendekati angka Rp 100 juta. Woww!!

Sejak kehadirannya di negara kita sekitar tahun 1980-an, RX King memang terus menjadi tunggangan idola para pemotor. Anda mungkin ingin tahu alasannya ??

1. Motor ini memiliki akselarasi yang spontan dan kencang.
2. Memiliki tipe mesin 2 langkah dan volume silinder 132 cc, sehingga motor ini juga mampu menghasilkan tenaga 18,2hp/9.000 rpm.
3. Maintenance/ perbaikan dan perawatan mesin mudah.
4. Meski motor lawas, suku cadang RX King masih mudah dicari. bukan hanya yang asli, yang imitasi pun masih ditemui di pasaran.

Bagi pecinta motor ini, tingginya harga seolah bukan masalah. Kepuasan adalah segalanya, kesempatan kedua setelah ini bisa saja tak ada, namanya juga barang langka. Salam Motovlog !!

Post a Comment for "4 Alasan RX King masih diminati pecinta motor lawas"