Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Tips merawat Aki (accu) agar tahan lama

Sumber Gambar : Google Image
FZ Motovlog - Baterai Aki ( Accu ) adalah sebuah accumulator, lead-acid. Aki merupakan sumber arus listrik, sebagai penghimpun daya energi listrik, baik melepaskan arus kelistrikan maupun menyimpan untuk kemudian digunakan menyalakan kendaraan bermotor. Merubah energi listrik menjadi kimia atau sebaliknya. Umumnya, komponen kelistrikan seperti head lamp, lampu sign, dan lampu indikator lainnya juga memakai jasa Aki.

Oleh karena itu, diperlukan perawatan yang baik sebagaimana komponen lain pada kendaraan. Yang bertujuan agar saat akan berkendara ataupun sedang berkendara, anda tidak mengalami hal yang tidak di inginkan ( sangat merepotkan ). 

Sebelum membahas tips pemeliharaan Aki, ada baiknya mengetahui jenisnya ;

a. Aki basah.
    Aki yang di dalamnya memiliki cairan berupa asam  sulfat (H2SO4).
b. Aki kering/ MF ( maintenance free ).
    Aki yang mengandung gel sebagai pengganti cairan elektrolit. Sederhananya, tak perlu melakukan proses isi ulang seperti pada Aki basah.

Sekarang, mari bahas Tipsnya :
1. Selalu memeriksa kondisi Aki.
    Pada motor, letak dudukan Aki berada agak tersembunyi ( entah posisinya di bawah jok, di antara chasis ), kondisi ini yang " memaksa " sebagian pemakai melewatkan memeriksa komponen yang satu ini, lalu tiba-tiba sudah soak/ mati. Dari kondisi mengalami kebocoran kecil, hingga retak, bisa saja terjadi.

2. Perhatikan ketinggian air Aki.
    Bila kurang, tambahkan air tambah ( air suling/zurr ) sampai level up. Jangan melebihi batas tinggi guna menghindari meluapnya cairan elektrolit dan atau bisa menyebabkan Aki pecah.

3. Periksa kedua terminal ( + - ) Aki.
    Apabila terjadi penumpukan kerak atau karat, maka lakukan pembersihan dengan sikat kawat atau menuangkan air panas pada kedua terminal Aki. Setelah itu, oleskan grease tipis-tipis lalu kencangkan kembali baut pengikat ke terminal. Periksa juga kabel plus ( + ) maupun minus ( - ) untuk memastikan supplai listrik masih berjalan baik.

4. Memeriksa Regulator/ Kiprok penyuplai arus listrik.
    Pastika kondisinya masih bagus, karena erat kaitannya dengan suplai arus kelistrikan Aki terutama pada tahap pengisian. Jika terdapat indikasi seperti lampu motor redup, kurang terang, ada kemungkinan penyebabnya adalah kiprok yang bergejala rusak. Segera di ganti.

5. Menyalakan atau panaskan mesin motor 5 menit.
    Jika ingin menggunakan motor untuk suatu kegiatan, maka cukup panaskan kendaraan selama kurang lebih 2 menit saja. Kalau tidak, panaskan mesin motor paling lama 5 menit, karena pada putaran idle daya simpan arus listrik ke Aki sangat kecil. Cukup menyalakan atau panaskan motor untuk mempertahankan daya yang ada pada Aki.

6. Hindari menyalakan/ menghidupkan Starter elektrik berkali-kali.
    Pergunakan starter manual (engkol/ starter kaki ) sebagai pengganti starter elektrik. Hal ini untuk menghindari tingkat pemanasan pada kedua terminal Aki yang menyebabkan energi  penyimpanan cepat terkuras/ berkurangnya daya.

7. Menghindari pemakaian aksesoris yang berlebihan pada motor.
    Aksesoris yang dimaksud adalah yang ada kaitannya dengan penggunaan arus energi listrik. Contohnya seperti menambah lampu-lampu lain sebagai hiasan, perangkat-perangkat audio rakitan, ataupun mengubah klakson standar ke tipe klakson yang melebihi batas  yang dianjurkan.

Selalu perhatikan dan periksa kondisi Aki, terlebih kalau terjadi kebocoran karena Aki mengandung bahan beracun dan berbahaya. Salam Motovlog !!!.

Post a Comment for "7 Tips merawat Aki (accu) agar tahan lama"