Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kelebihan dan Kekurangan Rantai Motor, Belt, dan Shaft, Mana yang Terbaik?

 Berbicara mengenai komponen penghubung putaran mesin ke roda Kelebihan dan Kekurangan Rantai Motor, Belt, dan Shaft, Mana yang Terbaik?
Rantai, Belt, Shaft

Berbicara mengenai komponen penghubung putaran mesin ke roda, pastinya tak terlepas dari yang namanya rantai motor. Nah, yang unik dan sudah diketahui banyak orang ada beberapa jenis penghubung selain rantai motor, seperti belt dan shaft.

Dari ketiganya akan kita bahas secara logis terkait kekurangan dan kelebihan dari masing-masing komponen, baik rantai, belt, ataupun shaft.

Oke, langsung saja berikut penjabarannya dari ketiga komponen tersebut.

Keuntungan dan Kerugian Rantai Motor, Belt, dan Shaft Sebagai Komponen Penghubung

Rantai Motor

Rantai motor sudah sangat familiar dan diterima baik keberadaannya, menjadi pertama dan terbaik dalam kinerjanya.

Berdasarkan data yang diperoleh penggunaan rantai motor sebagai komponen penghubung dari mesin ke roda sangatlah efisien, hanya sekitar 10% saja motor akan mengalami power loss atau kehilangan tenaga akibat daya yang bekerja.

Baca Juga : Penyebab Rantai Motor Kendor dan Cara Mengatasinya

Kendati demikian ada saja kekurangan rantai motor salah satunya, rantai motor suka berisik dan pastinya memerlukan perawatan yang ekstra seperti : pembersihan, pelumasan rantai, dan beberapa perawatan lainnya.

Baca Juga : Apa Penyebab Rantai Motor Bunyi Berisik dan Bagaimana Solusinya?

Soal harga rantai motor bisa dibilang paling murah diantara lainnya, karena sudah sangat familiar sekali dan mudah didapatkan.

Belt Motor

Komponen berikutnya datang dari bahan karet yang sangat kuat atau sering disebut vbelt, kerap dijumpai pada motor skutik.

Penggunaan belt yang cenderung menyuguhkan kepraktisan dan tidak terlalu ribet bak rantai motor, sangat cocok sekali untuk pengguna motor yang sibuk dengan urusannya.

Namun demikian ada kalanya pemotor mengetahui bahwa belt juga memiliki kekurangan, salah satunya power loss belt yang bisa dibilang lebih parah dari rantai. Berkisar diangka 20% mesin motor kehilangan tenaga akibat penggunaan belt.

Selain itu untuk sekali perawatan belt sangatlah menyiksa kantong, walaupun tidak dilakukan setiap saat.

Shaft Motor

Shaft bisa menjadi awam dan masih baru ditelinga kita, kalanya kompenen ini sama jenisnya dengan rantai atau belt motor.

Penggunaan shaft lebih diperuntukan untuk motor dengan kubikasi yang gede Bro, dan memang jarang ditemui pada motor umumnya.

Selain masih jarang terkait pemasarannya, shaft juga memiliki kekurangan salah satunya efisiensi kinerja shaft sebagai penyalur tenaga mesin yang masih kurang efisien.

Power loss shaft yang masih puas berada di angka 30% membuat daya motor yang dikeluarkan kurang maksimal.

Berdasarkan kinerja dan kepraktisan yang disuguhkan ketiganya baik rantai, belt , dan shaft sama-sama masih memiliki kekurangan dan kelebihan dari beberapa sektor.

Nah, mungkin itu saja kekurangan dan kelebihan rantai, belt, dan shaft motor. Pada akhirnya semuanya juga dikembalikan menurut selera masyarakat atau konsumen.

Post a Comment for "Kelebihan dan Kekurangan Rantai Motor, Belt, dan Shaft, Mana yang Terbaik?"