Materi Mendiagnosis Kerusakan Kopling

Materi Mendiagnosis Kerusakan Kopling

Materi Mendiagnosis kerusakan kopling kali ini untuk siswa kelas XII TKR. Pada awal semester genap ini siswa akan mengikuti pembelajaran mendiagnosis kerusakan kopling sebagai penerapan pengetahuan. Materi ini tidak sulit, asalkan prasyarat materi sebelumnya, yaitu merawat kopling telah dituntaskan.

Prosedur mendiagnosis kerusakan kopling akan menghasilkan poin atau tabel kemungkinan kerusakan. Mendiagnosis kerusakan kopling dapat dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari menggunakan buku pedoman reparasi, cara kerja, pengalaman, ataupun mencari referensi dari internet.

Metode mendiagnosis kerusakan kopling dapat dibedakan menjadi dua metode, yaitu metode dari hulu ke hilir, dan metode dari hilir ke hulu. Metode dari hulu ke hilir dapat kita artikan sebagai proses mendiagnosis kerusakan kopling dimulai dari gejala yang diuraikan menjadi titik-titik kerusakan. Sementara metode dari hilir ke hulu dapat kami artikan sebagai proses mendiagnosis kerusakan kopling dimulai dari titik kerusakan atau komponen kopling rusak yang diuraikan menjadi gejala-gejala yang terjadi apa bila terjadi kerusakan komponen tersebut.

Metode Mendiagnosis kerusakan kopling

Saya akan menjabarkan dua metode mendiagnosis kerusakan kopling yang saya ciptakan sendiri, mungkin. Ide ini benar-benar keluar dari pemikiran saya, bukan hasil diskusi dengan orang lain. Semoga saja memang benar-benar belum ada yang menciptakannya, agar nanti saya patenkan metode ini. Apa saja metode mendiagnosis ciptaan saya itu, berikut.

1. Metode hilir ke hulu

Metode pertama yang akan kita gunakan dalam mendiagnosis kerusakan kopling kali ini adalah metode hilir ke hulu, artinya kita mulai dari kerusakan komponen. Jika salah satu komponen kopling mengalami kerusakan, apa gejala yang akan ditimbulkannya ? Ini pertanyaan utamanya untuk memulai penguraian menjadi gejala.

Mendiagnosis keruskan kopling dengan metode hilir ke hulu (komponen rusak dan mencari tahu gejala yang akan terjadi). Berikut beberapa contoh mendiagnosis kerusakan kopling yang dimulai dari komponenya yang rusak, antara lain:

2. Metode Hulu ke Hilir

Metode berikutnya dalam mendiagnosis kerusakan kopling adalah metode hulu ke hilir, metode ini adalah metode kenyataan yang akan dihadapi didunia bengkel. Diagnosis dimulai dari gejala-gejala, atau keluhan pelanggan mengenai kendaraannya, khususnya keluhan pada bagian kopling. Sebagai mekanik, anda harus mampu menguraikan gejala atau keluhan kopling ini menjadi titik kerusakan (menentukan kemungkinan beberapa komponen yang rusak).
Mendiagnosis kerusakan kopling dengan metode hulu ke hilir (gejala diurai menjadi titik kerusakan). Berikut beberapa contoh diagnosis kerusakan kopling berdasarkan gejala, yaitu:
3. Kopling selip
4. Kopling bergetar
5. Kopling blong
6. Kopling tidak bebas

Ketika anda mendapati masalah keruskan kopling, gunakan metode diatas untuk mendiagnosis kerusakan kopling dan menemukan sumber masalahnya. Namun, pada tahap ini masih tahap kemungkinan, jadi buatlah sebanyak mungkin kemungkinan kerusakan agar mempermudah menemukan "titik" kerusakan pada kopling.

Mudah, sekali ternyata. Setelah anda memahami teknik mendiagnosis kerusakan kopling, selamat anda siap mendengarkan keluhan pelanggan bengkel kamu mengenai kopling. Terus asah kemampuan itu hingga kamu menjadi profesional.
Administrator Buku catatan digital seorang guru yang menuangkan pengetahuan kedalam tulisan. Semoga artikel tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Mari menulis! Mari Membaca!

0 Response to "Materi Mendiagnosis Kerusakan Kopling"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel